Musim Kemarau, 40 Hektar Lahan Persawahan di Desa Tunggang Terancam Kekeringan
Lebong, Siberbengkulu.co -- Musim kemarau yang panjang menyebabkan hampir 40 hektar lahan persawahan di Desa Tunggang, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong, mengalami kekeringan. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) sekaligus Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-P) Lebong, Arman Yunizar, ST, mengungkapkan bahwa kondisi ini diakibatkan oleh berkurangnya debit air Sungai Ketahun yang sudah lama tidak menerima hujan.
"Jadi hasil pengamatan kami di lapangan, kami mengecek kondisi air di Sungai Ketahun, memang debitnya berkurang karena sudah lama tidak hujan," ujar Arman.
Herman, seorang petani yang juga warga Desa Tunggang, mengonfirmasi situasi sulit ini. Ia menjelaskan bahwa kekeringan telah berlangsung hampir sebulan, yang membuat mereka tidak dapat melanjutkan proses tanam padi.
"Kalau kondisi ini terus berlangsung, otomatis kami tidak bisa menanam padi. Padahal bibit sudah tersemai," kata Herman.
Sebelum musim kemarau, pasokan air untuk lahan persawahan mereka memang terbatas, namun tidak sampai mengalami kekeringan yang berkepanjangan seperti saat ini. Herman berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong melalui dinas terkait segera mencari solusi agar lahan sawah milik warga dapat segera teraliri air dengan baik.
"Kami berharap pemerintah peka terhadap kondisi yang dialami oleh masyarakat petani, karena mayoritas warga mengandalkan lahan persawahan ini untuk mata pencaharian mereka," tutup Herman.
Kekeringan yang terjadi memberikan dampak serius bagi petani yang menggantungkan hidup mereka pada hasil pertanian padi. Petani berharap adanya perhatian dan upaya dari pemerintah daerah agar masalah ini dapat segera diatasi, sehingga mereka dapat kembali bertani dengan normal.
Reporter: Edi Aswar
Editor: M Ichfan Widodo
- 250019 views
