Kampung Batik di Kelurahan Betungan Bengkulu, Pusat Inovasi Batik Tulis dan Kontemporer
Bengkulu, Siberbengkulu.co -- Kampung Batik di Kelurahan Betungan, Bengkulu, telah menjadi pusat pengrajin batik yang dikenal dengan kreativitas dan inovasi dalam seni membatik. Kampung yang dulunya merupakan perumahan biasa kini berkembang menjadi tempat yang menyuguhkan berbagai jenis batik, baik tradisional maupun kontemporer.
Salah seorang pengrajin batik, Santi, mengungkapkan bahwa para pengrajin perempuan di Kampung Batik membuat berbagai macam inovasi dengan menggunakan berbagai jenis kain seperti katun sutra, katun derima, prinisima, dolby, dan katun viscose untuk menghasilkan batik tulis yang unik dan menarik.
Menurut Santi, proses membatik tulis ini memerlukan waktu yang cukup lama karena setiap motif yang dihasilkan tidak dapat disamakan satu sama lain, memberikan keistimewaan tersendiri pada setiap karya.
Kampung Batik ini bermula dari sebuah inisiatif sekelompok perempuan yang pada tahun 2017 mendirikan Lembaga Pemberdayaan Wanita (LPW) Melati, yang fokus pada pemberdayaan perempuan melalui seni membatik.
Namun, pada tahun 2020, saat pandemi melanda, nama LPW Melati pun berubah menjadi Kampung Batik untuk lebih memperkenalkan seni batik kepada masyarakat luas. Saat ini, sekitar 15 orang pengrajin masih aktif berkarya di Kampung Batik.
Selain batik tradisional, para pengrajin juga berinovasi dengan menciptakan batik kontemporer yang lebih modern. Inovasi ini bertujuan untuk menarik pasar yang lebih luas, khususnya kalangan muda dan milenial. Batik kontemporer memiliki keunggulan karena proses pembuatannya yang lebih cepat dan lebih mudah diterima oleh generasi muda, yang semakin tertarik dengan gaya batik yang lebih dinamis.
Dengan semangat pemberdayaan dan inovasi, Kampung Batik terus berkembang sebagai pusat seni batik yang tak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memperkenalkan seni batik Bengkulu kepada dunia.
Reporter: Rahmita Dwi Kurnia
Editor: M Ichfan Widodo
- 250104 views