Kebakaran Gudang Ikan di Bengkulu: Kerugian Nelayan Mencapai Puluhan Juta Rupiah
Kota Bengkulu, Siberbengkulu.co -- Kebakaran hebat melanda lima unit gudang penyimpanan ikan milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu pada Senin (17/02/2025) sore.
Kebakaran ini mengakibatkan kerugian besar bagi para nelayan, dengan total kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Selain itu, dua korban, Linda dan anaknya Fadil, mengalami luka bakar parah dan kini menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara.
Menurut saksi mata, api tiba-tiba muncul sekitar pukul 16.00 WIB dari bagian belakang salah satu gudang.
“Tiba-tiba muncul saja api itu. Belum tahu penyebabnya, mungkin dari listrik atau lainnya,” ujar Eneng, warga setempat. Dalam waktu singkat, api membesar dan menghanguskan seluruh isi gudang.

Bagi para nelayan, kebakaran ini menjadi pukulan telak. Hasil tangkapan yang disimpan di gudang tidak dapat diselamatkan, termasuk ikan segar yang siap dijual. Peralatan pendukung seperti sterofom ikan, jerigen, dan perlengkapan lainnya juga ikut terbakar.
“Saya baru saja menyimpan ikan di sana pagi tadi. Sekarang semuanya habis terbakar,” ungkap Harun, salah satu nelayan yang terdampak.
Ia mengaku kesulitan karena ikan yang terbakar merupakan modal untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Kebakaran ini juga berdampak pada distribusi ikan di Kota Bengkulu. Para pedagang yang biasanya mengambil pasokan dari gudang-gudang tersebut kini kesulitan mendapatkan stok.
“Hari ini harga ikan naik karena stok di pasar kurang,” ujar Ani, seorang pedagang ikan di Pasar Panorama.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani insiden ini. Setelah dua jam upaya pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan, meskipun sebagian besar bangunan gudang sudah hangus terbakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu, Yuliansyah, menyebut bahwa dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik atau adanya bahan mudah terbakar di gudang.
“Informasi dari warga, api muncul dari bagian belakang gudang. Bisa jadi karena minyak kapal atau korsleting listrik,” ujarnya.
Dua korban, Linda dan anaknya Fadil, mengalami luka bakar serius akibat terjebak di dalam gudang saat kebakaran terjadi. Mereka segera dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.
“Kondisi mereka cukup parah, masih dalam perawatan intensif,” kata Eneng, yang ikut membantu evakuasi korban.
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini. Pemerintah setempat berencana melakukan evaluasi sistem keamanan di gudang penyimpanan ikan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Kita harus memastikan keselamatan nelayan dan pedagang. Perlu ada pengawasan ketat terkait sistem kelistrikan dan penyimpanan bahan mudah terbakar,” tambah Yuliansyah.
Kebakaran ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan kebakaran di fasilitas penyimpanan ikan agar tidak terjadi kerugian lebih besar di masa depan.
Reporter: Lentera Nindya M
Editor: M Ichfan Widodo
- 250067 views
