Skip to main content

Hasil Panen Berkurang, Pendapatan Petani Benteng Menurun Drastis

Pendapatan petani kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, sebulan terakhir turun drastis karena tandan buah segar (TBS), (Foto: Burhasin)

Bengkulu Tengah, Siberbengkulu.co -- Pendapatan petani kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, sebulan terakhir turun drastis karena tandan buah segar (TBS) yang dipanen selama kemarau berkurang dari biasanya.

"Kemarau panjang menyebabkan pohon kelapa sawit tidak banyak berbunga, sehingga buah sawit juga berkurang," kata petani kelapa sawit di Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat, Rahmat Kamis (22/8/2024).

Dia mengaku, kebun sawit yang dirawat dalam kondisi normal bisa menghasilkan TBS hingga 10 ton per dua pekan atau 15 hari. Tetapi kali ini hanya menghasilkan TBS rata-rata  5 ton di lahan seluas 8 hektare.

Dalam kondisi buahnya berkurang, harga TBS sebulan terakhir justru mengalami penurunan di mana harga di tingkat petani sebesar Rp2.000 per kilogram dari sebelumnya Rp2.500-an per kilogramnya.

Menurut Rahmat, turunnya hasil TBS tidak serta merta akibat sebulan atau dua bulan tidak turun hujan. Akan tetapi sudah melalui proses lebih dari empat bulan sebelumnya.

"Proses bunga hingga buah bisa dipanen memerlukan waktu sekitar enam bulan, jadi jika saat ini buahnya berkurang, bukan karena kemarau yang baru dua bulan terjadi, tetapi sudah terjadi bunga berkurang sejak lima bulan lalu," jelasnya.

Pada musim kemarau seperti saat ini, kata dia petani memanfaatkan waktunya untuk membersihkan lahan, untuk meringankan beban biaya pada saat musim hujan tidak perlu melakukan pembersihan lahan dari gulma. Sementara pemupukan, ditunda hingga datangnya musim hujan.

"Menurut bapak Sandi salah satu tokeh atau pengepul TBS di desa kembang seri kecamatan talang empat Untuk pemeliharaan dan operasional tetap sama. Hanya tidak bisa memupuk saja," jelasnya.

Sementara itu disampaikan Prakirawan BMKG Bengkulu, bahwa El Nino atau musim kemarau berlangsung hingga akhir September 2024. Dalam kondisi ini sebagian besar wilayah Bengkulu mengalami kekeringan, namun pada daerah pegunungan masih diguyur hujan dengan intensitas rendah.

 

Editor: M Ichfan Widodo 

Reporter : Burhasin

Baca juga ...