Skip to main content

Sejauh Ini, Fakta Pesawat di BSD Tak Miliki Black Box

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah melakukan penyelidikan jatuhnya pesawatnya di BSD, Tangerang Selatan, Selasa (21/5). (Foto: Mirwan)

Nasional, Siberbengkulu.co -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah melakukan penyelidikan jatuhnya pesawatnya di BSD, Tangerang Selatan, Selasa (21/5).

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat dihubungi mengungkapkan, "sejauh ini, didapati fakta pesawat tersebut tidak memiliki kotak hitam atau black box," ujarnya.

KNKT juga belum bisa memastikan penyebab kecelakaan. Sebab, penyelidikan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. 

"Mungkin kalau penyebab kecelakaan terlalu dini kita, karena kita kan tahapnya pengumpulan data. Masih terlalu jauh," jelasnya.

Sebelumnya, Polisi menjelaskan kronologis jatuhnya pesawat PK-IFP di Lapangan Sunburst, BSD, Tangerang Selatan, Minggu (19/5) siang tadi. Diketahui tiga orang meninggal dunia akibat kejadian tersebut. 

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ibnu Bagus Santoso menjelaskan, pesawat milik Indonesia Flying Clubs itu berangkat dari Pondok Cabe, Tangsel. Lantas, sekitar pukul 14.00 WIB, pesawat secara tiba-tiba mengalami kecelakaan.

Ia menyebut bahwa pesawat informasinya darj Tanjung Lesung hendak kembali ke Pondok Cabe. Namun, tetiba saja hilang kontak dengan pesawat.

"Infomasi awal dari Tanjung Lesung mau ke Pondok Cabe. Mau kembali ke Pondok Cabe, terus ada mayday maday, habis hilang kontak," ujarnya kepada wartawan, Minggu (19/5).

Setelah itu, kecelakaan pun terjadi. Tiga orang awak pesawat meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Untuk kita sampaikan, korban yang meninggal dunia ada 3 orang ada pilot, co pilot dan enginernya," terangnya.

 

Editor: Arif Dwi Septian

Reporter : Mirwan

Baca juga ...