Komisi Pemerintah Malaysia Larang Komik 'When I Was a Kid 3' Beredar
Bengkulu, Siberbengkulu.co -- Setelah sekian lama berpolemik bahkan sempat di demo masyarakat Indonesia, akhirnya Komisi Pemerintah Malaysia melarang beredarnya komik berjudul ‘When I Was a Kid 3’ karya penulis Cheeming Boey. Komik ini pada Juni lalu memicu demonstrasi di Jakarta.
Dalam pernyataan Kementerian Dalam Negeri yang dikirim ke Kejaksaan Agung (AGC), pemerintah Malaysia mengatakan pihaknya menjalankan kewenangannya berdasarkan Ayat 7 (1) Undang-Undang Percetakan dan Publikasi tahun 1984.
"Pencetakan, impor, produksi, reproduksi, penerbitan, penjualan, penerbitan, peredaran, distribusi atau kepemilikan publikasi yang dijelaskan dalam daftar yang mungkin merugikan moralitas, dilarang keras di seluruh Malaysia," ungkap Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail dalam pernyataannya seperti dikutip dari Malay Mail, Kamis (28/9).

Komik When I Was a Kid edisi 3 adalah karya Cheeming Boy, seorang animator-seniman-penulis kelahiran Malaysia yang saat ini tinggal di Amerika Serikat.
Karya Boey berupa cerita bergambar yang fokus pada masa kecilnya di Malaysia. In mencakup kisah-kisah lucunya tentang sekolah, saudara kandung, dan orang tua, sekaligus menyentuh pengalaman pribadinya sat ditindas dan trauma yang mengikutinya.
Pada 26 Juni 2023, demonstrasi terjadi di dean Kedubes Malaysia di Jakarta oleh massa yang menamakan diri Corong Rakyat. Mereka memprotes komik When I Was a Kid edisi 3 karena salah satu halamannya dinilai merendahkan pembantu rumah tangga asal Indonesia yang bekerja di Malaysia.
Massa menuntut pihak berwenang untuk menghentikan pencetakan dan penjualan buku komik tersebut di beberapa jaringan toko buku di Malaysia. Mereka juga mendesak pihak berwenang menyelidiki motif di balik cerita dan ilustrasi Boey.
"Alur cerita yang dibuat penulis komik ini telah melukai hati WNI atau pekerja migran Indonesia di Malaysia. Tidak cukup minta maaf, tapi harus ditindak," ungkap massa.
When I Was a Kid mulai terbit pada tahun 2012 dan cukup laris. Penulis lalu membuat lanjutannya hingga edisi 3 yang terbit pada 2014 dan mash diproduksi dan dijual hingga kini.
Editor: Arif Dwi Septian
Reporter : Lentera Nindya M
- 250121 views