Skip to main content

Jumlah Pengidap HIV di Bengkulu Capai 1.192 Kasus, 132 Orang Meninggal

Jumlah Pengidap HIV di Bengkulu Capai 1.192 Kasus, 132 Orang Meninggal. Foto: Ilustrasi/Siberbengkulu.co

 

Bengkulu, Siberbengkulu.co -- Sebanyak 1.192 kasus infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) tercatat di Provinsi Bengkulu sejak 2011 hingga Desember 2024. Data ini dirilis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). Dari jumlah tersebut, 132 pengidap telah meninggal dunia akibat penyakit ini, dengan rata-rata 3-4 kematian per tahun.  

Kepala Bidang P2P Dinkes Bengkulu, Ruslian, S.KM, M.Si, menjelaskan bahwa jumlah pengidap HIV terus meningkat setiap tahunnya. Selama 2024, kasus baru tercatat sebanyak 163 pengidap, dengan Kota Bengkulu menjadi wilayah tertinggi, mencapai 108 pengidap. 

Kabupaten Rejang Lebong menyusul dengan 20 pengidap, sementara Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Selatan masing-masing mencatat enam pengidap.  

Kabupaten Kepahiang memiliki delapan kasus, Mukomuko dan Seluma masing-masing dua kasus, dan Kabupaten Lebong mencatat satu kasus.  

Selama 2024 ini, kami telah melakukan tes skrining HIV kepada 33.000 orang, termasuk ibu hamil dan warga binaan di lapas,” kata Ruslian.  

Dalam 13 tahun terakhir, angka kematian akibat HIV tertinggi terjadi pada 2016, dengan 25 pengidap meninggal dunia. Sementara itu, pada 2024, hingga awal Desember, terdapat empat kematian. Berikut adalah rincian angka kematian per tahun:  

- 2011: 5 orang  

- 2012: 14 orang  

- 2013: 15 orang  

- 2014: 10 orang  

- 2015: 8 orang  

- 2016: 25 orang  

- 2017: 11 orang  

- 2018: 9 orang  

- 2019: 12 orang  

- 2020: 10 orang  

- 2021: 4 orang  

- 2022: 3 orang  

- 2023: 2 orang  

- 2024: 4 orang  

Ruslian menjelaskan bahwa perilaku berisiko, seperti penggunaan narkoba dan seks bebas, menjadi faktor utama penyebaran HIV di Bengkulu. Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga diri dan melakukan langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit mematikan ini.

  "Penyakit ini belum ada obat yang pasti, sehingga menjaga perilaku sehat menjadi langkah utama untuk mencegahnya,” tutup Ruslian.  

Peningkatan skrining dan edukasi masyarakat diharapkan dapat menekan laju penyebaran HIV di Provinsi Bengkulu.

 

Reporter: Lentera Nindya M

Editor: M Ichfan Widodo 

Baca juga ...