Warga Teladan Resahkan Pemadaman Listrik, LSM GEMMAKO Desak DPRD Asahan Panggil Manajer PLN ULP Kisaran
Sumatera Utara, Siberbengkulu.co -- Warga Teladan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, mengadu kepada Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi (DPP LSM GEMMAKO) terkait masalah pemadaman listrik yang terus terjadi. Mereka mengeluhkan pemadaman listrik yang dilakukan PT PLN ULP Cabang Kisaran dengan pola hidup-mati setiap ½ hingga 1 detik, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di wilayah Kelurahan Teladan, Kecamatan Kota Kisaran Timur.
Para warga yang tinggal di Jalan Wirakarya, Kelurahan Teladan, mengungkapkan keluhan mereka mengenai gangguan listrik yang sangat merugikan. Selain mengganggu kenyamanan, pemadaman listrik yang sering terjadi ini menyebabkan kerusakan pada berbagai peralatan elektronik rumah tangga, seperti kipas angin, dispenser air, dan bahkan AC.
"Ini sudah terjadi bertahun-tahun, namun tidak ada perhatian dari pihak yang bertanggung jawab. Elektronik kami sering rusak, dan ini sangat merugikan kami," ujar beberapa warga yang ditemui.
Dodi Antoni, Ketua Umum DPP LSM GEMMAKO Asahan, menegaskan bahwa pihaknya akan segera meminta Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Kabupaten Asahan yang baru untuk segera memanggil dan melakukan evaluasi terhadap kinerja PT PLN ULP Cabang Kisaran. Dodi juga mengkritik ketidaktransparanan pihak PLN dalam memberikan penjelasan dan solusi terkait masalah ini.
"Saya minta kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD untuk segera memanggil manajer PLN ULP Cabang Kisaran, karena mereka sangat sulit dimintai keterangan. Kita ingin melihat ada langkah konkret untuk memperbaiki kinerja PLN yang melanggar SOP dalam melaksanakan operasionalnya," ungkap Dodi.
GEMMAKO mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran jika pihak PLN tidak memberikan respon atau solusi yang memadai terhadap keluhan warga.
"Jika tidak ada tanggapan yang positif, kami akan melakukan aksi di kantor PLN ULP Cabang Kisaran, kantor Bupati, dan kantor DPRD Kabupaten Asahan," tegas Dodi.
Sementara itu, seorang warga lain, yang tidak ingin disebutkan namanya (inisial JR), melaporkan adanya dugaan kecurangan yang melibatkan pihak PLN. Ia mengklaim bahwa meteran listriknya dirusak oleh petugas PLN, menyebabkan tagihan listriknya melonjak selama lebih dari empat bulan. JR berharap agar pihak PLN bertanggung jawab atas kerugian yang ditimpakan kepadanya.
Dengan semakin banyaknya keluhan warga terkait kinerja PLN di wilayah tersebut, masyarakat berharap agar perwakilan mereka di DPRD dan Bupati Asahan segera mengambil tindakan yang tegas untuk memastikan pelayanan listrik yang lebih baik, sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Tim media akan terus memantau dan mengikuti perkembangan terkait isu ini.
Reporter : Kurnia Afdillah
Editor: M Ichfan Widodo
- 250112 views
