Potensi Gempa di Zona Megathrust, BMKG Imbau Masyarakat Tidak Panik dan Selalu Waspada
Bengkulu, Siberbengkulu.co -- Beberapa hari terakhir pembahasan mengenai gempa Megathrust yang mengancam wilayah Indonesia bermunculan dan bikin heboh di kalangan masyarakat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau agar masyarakat tidak panik.
Kehebohan ini bermula dari insiden gempa Megathrust Nankai yang mengguncang Jepang dengan kekuatan M 7,1 pada Kamis (8/8) lalu. Insiden itu memicu kekhawatiran serupa di Indonesia. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono meluruskan pembahasan potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut yang tinggal menunggu waktu.
Pembahasan soal potensi gempa di zona megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut sudah ada sejak sebelum gempa dan tsunami Aceh pada 2004.
Daryono menegaskan bahwa informasi potensi gempa megathrust yang berkembang saat ini sama sekali bukanlah prediksi atau peringatan dini, sehingga jangan dimaknai secara keliru, seolah akan terjadi dalam waktu dekat.
"Potensi itu memang ada, namun yang perlu kita perhatikan adalah langkah mitigasi apa yang bisa kita upayakan," pesan BMKG melalui Instagram resmi Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, dikutip Sabtu (17/8/2024).
Disisi lain BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di Provinsi Bengkulu untuk tidak panik dan tetap waspada terkait potensi gempa Megathrust Enggano dengan magnitudo maksimal mencapai 8,9.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya BMKG Kepahiang Yoki Gustiawan di Kota Bengkulu mengatakan, “kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu untuk tidak panik terkait isu gempa megathrust, sebab kita tahu bahwa memang Bengkulu potensi kegempaan cukup tinggi.”
"Untuk daerah Bengkulu ada segmen Megathrust Enggano, memang berpotensi berdasarkan kajian yang telah dilakukan. Namun kapan bisa terjadinya, kita tidak tahu. Tapi kita tetap waspada dan selalu berdoa. Sebab semuanya kembali ke Yang Kuasa dan tidak ada yang tahu kapan terjadinya," terangnya.
Dengan adanya potensi tersebut, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan pantai, jika terjadi gempa dengan durasi yang lama untuk segera mengevakuasi mandiri tanpa harus menunggu aba-aba dari pemerintah atau pihak lain, serta selalu memastikan bahwa informasi kegempaan benar-benar dari instansi resmi BMKG.
Editor: Arif Dwi Septiani
Reporter : Lentera Nindya M
- 250077 views
