Skip to main content

Peneliti Belanda, Frank Hoogerbeets Memprediksi Adanya Gempa Di Kawasan Turki

Peneliti Belanda, Frank Hoogerbeets Memprediksi Adanya Gempa Di Kawasan Turki

SiberBengkulu, Turki - Gempa berkekuatan 7,8 magnitudo mengguncang Turki dan Suriah pada pukul 04.17 dini hari atau sekitar 8.17 WIB, Senin 6 Februari 2023.

Gempa di Turki kemungkinan akan menjadi salah satu bencana yang paling mematikan dalam dekade ini dengan korban jiwa diperkirakan lebih dari 3.700 orang dan diperkirakan masih akan terus bertambah. Selain itu, seperti dikabarkan Reuters, pihak berwenang menyebut, ribuan bangunan juga roboh dan rusak parah.

Pusat gempa berada sekitar 26 km sebelah timur kota Nurdagi di Turki pada kedalaman sekitar 18 km di Patahan Anatolia Timur. Gempa menyebar ke arah timur laut, membawa kehancuran ke Turki tengah dan Suriah.

Selama abad ke-20, Patahan Anatolia Timur menghasilkan sedikit aktivitas seismik besar. "Jika kita hanya melihat gempa (besar) yang direkam oleh seismometer, itu akan terlihat kurang lebih kosong," kata Roger Musson, rekan peneliti kehormatan di British Geological Survey.

Hanya tiga gempa bumi yang terdaftar di atas 6,0 Skala Richter (SR) sejak 1970 di daerah tersebut, menurut Survei Geologi AS (USGS). Namun, pada 1822, gempa berkekuatan 7,0 melanda wilayah tersebut, menewaskan sekitar 20.000 orang.

Di turki, rata-rata ada kurang dari 20 gempa bermagnitudo lebih dari 7,0 setiap tahun. Hal itu membuat peristiwa baru-baru ini tergolong kejadian luar biasa.

Joanna Faure Walker, kepala Institut Pengurangan Risiko dan Bencana University College London, menjelaskan dibandingkan dengan gempa M 6,2 yang melanda Italia tengah pada 2016 dan menewaskan sekitar 300 orang, gempa Turki-Suriah melepaskan energi 250 kali lebih banyak.

Adapun, hanya dua gempa paling mematikan dari 2013 hingga 2022 yang besarnya sama dengan gempa Turki pada Senin.

Patahan Anatolia Timur juga diketahui merupakan sesar geser.

Pada saat itu, lempengan batuan padat saling mendorong melintasi garis patahan vertikal, membangun tekanan hingga akhirnya tergelincir dalam gerakan horizontal, melepaskan sejumlah besar tekanan yang dapat memicu gempa bumi.

Patahan San Andreas di California mungkin merupakan patahan geser paling terkenal di dunia, dengan para ilmuwan memperingatkan bahwa bencana gempa sudah lama tertunda.

Pecahan awal gempa Turki-Suriah dimulai pada kedalaman yang relatif dangkal.

"Gempa di permukaan tanah akan lebih parah daripada gempa bumi yang lebih dalam dengan besaran yang sama di sumbernya," kata David Rothery, ahli geosains di Universitas Terbuka di Inggris.

Sebelas menit setelah gempa awal, wilayah itu dilanda gempa susulan berkekuatan 6,7. Gempa berkekuatan 7,5 terjadi beberapa jam kemudian, diikuti oleh gempa 6,0 di sore hari.

"Apa yang kami lihat sekarang adalah aktivitasnya menyebar ke patahan tetangga," kata Musson. "Kami memperkirakan kegempaan akan berlanjut untuk sementara waktu."

Selain itu, cuaca musim dingin yang dingin, tambahnya, membuat orang yang terperangkap di bawah reruntuhan memiliki peluang lebih kecil untuk bertahan hidup.

Berikut ini deretan fakta terkini tentang gempa Turki dan Suriah.

1. Sudah diperingatkan peneliti asal Belanda 3 hari sebelum gempa

Seorang peneliti Belanda memprediksi gempa Turki-Suriah hari Senin, tiga hari sebelum itu terjadi.

Seperti dilansir Al Arabiya, Senin 6 Februari 2023, dalam sebuah tweet yang dikirim pada Jumat, peneliti di Solar System Geometry Survey (SSGEOS) yang berbasis di Belanda, Frank Hoogerbeets men-tweet: “Cepat atau lambat akan ada ~M 7,5 #gempa bumi di wilayah ini (Turki Selatan-Tengah, Yordania, Suriah, Libanon)."

Tweet Hoogerbeets muncul tiga hari sebelum bencana alam melanda Turki dan Suriah, di mana dia juga merujuk ke negara lain yang merasakan goncangan gempa. Ia memperkirakan gempa akan terjadi dengan magnitudo 7,5 di wilayah tersebut.

2. Pemain Liga Inggris menjadi salah satu korban

Mantan pemain sepak bola Liga Inggris, Christian Atsu, termasuk dalam daftar korban yang dilaporkan hilang saat terjadi gempa Turki.

Beberapa jam sebelum gempa terjadi, dia tampil untuk Hatayspor. Dia bermain sebagai pengganti pada menit ke-82 dan mencetak gol pada tambahan waktu, membawa kemenangan atas Kasimpasa 1-0 di laga kandang liga pada Minggu.

Operasi pencarian dan penyelamatan Atsu dan beberapa rekannya dilakukan di Hatayspor. Direktur olahraga klub, Taner Savut, juga terperangkap dalam reruntuhan gempa, dan termasuk dalam korban yang sedang dicari.

Istri manajer Hayatspor, Volkan Demirel, membagikan pesan penuh kesedihan setelah gempa susulan besar terjadi melanda selatan Turki.

"Hatay dalam kondisi yang sangat buruk," kata Zeynep Sever Demirel dalam video yang dibagikan di media sosial. Sejumlah rekan-rekannya diyakini masih terjebak di reruntuhan, dengan kekhawatiran akan lebih banyak lagi pesepak bola yang menjadi korban akibat gempa Turki ini.

3. Episetrum gempa 18 km

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat, episentrum gempa sedalam 18 kilometer berada di sepanjang perbatasan selatan Turki dan berpusat di Kota Pazarcik di provinsi Kahramanmaras.

Gempa tersebut juga diikuti oleh beberapa gempa susulan yang kuat.

Ribuan bangunan roboh di kedua sisi perbatasan, dan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat saat petugas penyelamat mencari korban selamat di tumpukan puing yang sangat besar.

Setelah gempa yang merusak, Pusat Satelit PBB (UNOSAT) mengumumkan bahwa mereka telah mengaktifkan layanan pemetaan daruratnya. "Menyediakan analisis citra satelit selama keadaan darurat kemanusiaan terkait bencana, keadaan darurat yang kompleks, dan situasi konflik," bunyi pengumuman itu melalui twitter.

Peta langsung yang berisi data geospasial terkait gempa 6 Februari di Turki dan Suriah dapat ditemukan di situs web UNOSAT. Peta tersebut memberikan gambaran struktur yang rusak atau berpotensi rusak akibat gempa, yang dapat digunakan oleh kelompok tanggap bencana dan bantuan kemanusiaan untuk menanggapi krisis yang masih berlangsung dengan sebaik-baiknya.

Kantor dan badan PBB, badan pemerintah, organisasi bantuan seperti Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, serta organisasi kemanusiaan non-pemerintah dapat meminta akses ke citra yang dikumpulkan oleh UNOSAT.

4. Jumlah korban tewas dan luka-luka

Layanan darurat Turki mengatakan sedikitnya 2.316 orang tewas dalam gempa berkekuatan 7,8 M, dengan 1.444 kematian dikonfirmasi di negara tetangga Suriah, sehingga total menjadi 3.760 orang. Baik Turki dan Suriah telah mengumumkan keadaan darurat. (RGP)

Editor : Rindu Gita Tanzia Pinem

Baca juga ...