Batik Diwo Kepahiang untuk 'R1ANG'
Kepahiang, Siberbengkulu.co -- Mengikuti jejak presiden Jokowi dengan kemeja kotak-kotaknya saat mencalonkan diri pertama kali. Maka pasangan Riri dan Ujang memilih batik Diwo sebagai ikon dalam setiap kesempatan bertemu masyarakat dan debat kandidat.
Batik Diwo dipilih sebagai bukti keberpihakan kepada UMKM secara langsung dan ikut serta dalam melestarikan kearifan lokal daerah Kepahiang.
Batik Diwo pertama kali di endorse pada saat pengambilan nomor urut Paslon. Alhamdulillah Riri dan Ujang mendapatkan nomor urut 01. Hari itu mereka memakai batik Diwo dengan motif utama yakni Selempang Emas, Stabik, Pucuk Rebung, dan Aksara Kaganga bertuliskan "RIRI-UJANG KEPAHIANG RIANG".
Pada debat pertama Calon Bupati Kepahiang, Riri Gemoy memakai batik Diwo bermotif Sehasen. Motif ini adalah pemenang lomba desain motif pengembangan aksara ulu melalui Badan Bahasa Kemdikbud Ristek tahun 2024. Makna tersirat dalam motif adalah dukungan 8 kecamatan untuk Riri menjadi Bupati Kepahiang. Nama-nama kecamatan ada di dalam batik yang ditulis dalam bentuk aksara Kaganga.
Pada debat kedua Calon Wakil Bupati Kepahiang, Ujang Gundul mengenakan batik Diwo bermotif Setawar Sedingin. Makna tersirat bagi pemakainya adalah jiwa yang tenang. Menjadi pendingin dan penawar bagi hati yang resah. Ujang ir sangat gagah dan percaya diri dengan memakai Motif ini.
Debat ketiga malam tadi kedua Paslon 01 memakai batik Diwo kembali. Riri memakai motif Pusako Tanea Jang yang melambangkan warisan leluhur suku Rejang yang perlu dilindungi dan di jaga keberadaannya.
Sementara itu, Ujang gundul mengenakan batik Diwo bermotif Mingai. Dalam bahasa Rejang Mingai artinya Kemiri. Makna filosofi kain adalah kekayaan alam yang perlu di perhatikan dan digunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan masyarakat banyak.
"Alhamdulillah, Berkah batik Diwo di pakai Riri dan Ujang. 8 UMKM batik Diwo binaan Yayasan Az Zahra Kepahiang mulai kebanjiran orderan," sampai owner Az Zahra.
"Berkah batik Diwo di endorse Riang Pembeli bukan hanya masyarakat Kepahiang, namun sudah meluas hingga berbagai daerah."
Dijelaskan owner, sejak Riang memakai batik Diwo Kepahiang, mahasiswa berdatangan ingin meneliti kearifan lokal yang hampir terlupakan beberapa tahun ini.
Jika Riri dan Ujang memang bikin RIANG beberapa kain akan dipakai dan dipamerkan ke luar negeri salah satunya ke Malaysia dan Singapura.
"Terimakasih untuk Riri dan Ujang semoga Allah SWT ridho dan mengizinkan kalian menang menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kepahiang 2025-2029," ucap owner bersemangat.
Sumber: Yayasan Az Zahra Kepahiang
Editor: M Ichfan Widodo
- 250069 views
