GEMMAKO dan PERMASI Asahan Gelar Aksi Kedua di Kantor DPRD Asahan Terkait Masalah PT Bridgestone BSRE Aek Tarum
Sumatera Utara, Siberbengkulu.co -- Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMMAKO) dan Persatuan Mahasiswa Seluruh Indonesia (PERMASI) Asahan menggelar aksi protes kedua di kantor DPRD Kabupaten Asahan terkait masalah yang sedang berlangsung dengan PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE) Divisi IV Aek Tarum. Demonstrasi ini disambut baik oleh Joko Panjaitan, Koordinator Komisi D di DPRD.
Para pengunjuk rasa mengangkat beberapa kekhawatiran terkait operasional perusahaan, termasuk gangguan yang disebabkan oleh lalu lintas kendaraan berat, aktivitas penebangan ilegal, dan kurangnya transparansi dalam program CSR perusahaan.
Secara khusus, mereka menyoroti penutupan jalan penting yang menghubungkan Desa Aek Tarum dan Desa Aek Nagali akibat longsor yang disebabkan oleh operasi perusahaan, serta dampaknya terhadap masyarakat setempat.
Para pengunjuk rasa menyampaikan tuntutannya, termasuk meminta penyelidikan terhadap operasional PT Bridgestone, status Hak Guna Usaha (HGU), dan transparansi dana CSR yang disalurkan ke desa-desa terdampak. Mereka juga mempertanyakan legalitas aktivitas penebangan dan kepatuhan perusahaan terhadap kesepakatan perlindungan lingkungan.
Joko Panjaitan dan anggota DPRD lainnya memastikan bahwa kekhawatiran ini akan dibahas dalam pertemuan resmi dengan PT Bridgestone BSRE yang dijadwalkan pada 25 Februari 2025. Mereka menekankan bahwa jika perusahaan tidak berhasil menyelesaikan masalah ini, mereka akan mempertimbangkan tindakan lebih lanjut, termasuk mencabut izin operasional perusahaan.
Dodi Antoni, Ketua GEMMAKO Asahan, dan Muhammad Seto Lubis, Ketua PERMASI Asahan, memperingatkan bahwa jika tidak ada respons memadai pada pertemuan yang akan datang, mereka akan meningkatkan protes mereka ke kantor pusat perusahaan di Simalungun, menuduh mereka melindungi para manajer perusahaan dari tanggung jawab.
Aksi ini menjadi pengingat mengenai ketegangan yang terus berlangsung antara perusahaan besar dan masyarakat lokal, terutama di daerah-daerah yang dipengaruhi oleh masalah lingkungan dan sosial.
Reporter: Ridho Sentosa
Editor: M Ichfan Widodo
- 250031 views
