DPD Bengkulu Destita Tak Dukung Sultan Bachtiar Najamudin Sebagai Ketua DPD RI
Bengkulu, Siberbengkulu.co -- Destita dicap tak memiliki rasa solidaritas sesama anak Bengkulu. Mendustai frasa lama junjungan Suku Serawai “Sekundang Setungguan." Berkhianat dengan pribahasa sakral Suku Rejang “Ade lot ade ei” yang menyelip makna teman sekampung hendaknya selalu berdampingan dimana pun bumi dipijak.
Sultan Bachtiar Najamudin kini menjadi topik hangat di media nasional, terutama setelah 110 senator menyatakan dukungan untuknya, mengarah pada kemungkinan pemilihan aklamasi sebagai Ketua DPD RI. Ini adalah langkah signifikan bagi masyarakat Bengkulu, yang berharap untuk memiliki suara yang lebih besar di panggung nasional.
Hujatan untuk Destita kian tak terbendung disaat 2 anggota DPD asal Bengkulu lainnya (Elisa Ermasari dan Leny Haryati) yang lahir batin mendukung Sultan Bachtiar Najamudin. Elisa dan Leny berbeda sikap dengan Destita karena rasa cinta dan bangga mereka dengan tanah kelahiran.
Destita justru mendukung La Nyala Matatliti yang head to head melawan Sultan Bachtiar Najamudin. Sontak saja Destita menjadi bulan-bulanan. Laman media sosial yang menampilkan politisi berjuluk “Kerudung Putih” itu banjir komentar negative dan hujatan.
Keputusan Destita ini menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat. Banyak yang merasa bahwa ia hanya memanfaatkan posisinya untuk kepentingan pribadi, tanpa memikirkan potensi dan nama baik Bengkulu di tingkat nasional. Kekecewaan ini mencerminkan harapan besar masyarakat Bengkulu untuk memiliki pemimpin yang memperjuangkan kepentingan daerah mereka di level nasional.
Editor: M Ichfan Widodo
Reporter : Rahmita Dwi Kurnia
- 250020 views
